Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 14 April 2015

Pembentukan Tulang Pada Manusia



Pembentukan Tulang

Osifikasi adalah sebuah proses pembentukan tulang. Pembentukan tulang dimulai dari perkembangan jaringan penyambung seperti tulang rawan (kartilago) yang berkembang menjadi tulang keras.

Pertumbuhan tulang bermula sejak umur embrio 6-7 minggu dan berlangsung sampai dewasa. Pertumbuhan tulang ini akan lengkap pada bulan ketiga kehamilan. Pertumbuhan tulang bayi di dalam rahim dipengaruhi oleh hormon plasenta dan kalsium. Setelah anak lahir, proses pertumbuhan tulangnya diatur oleh hormon pertumbuhan, kalsium, dan aktivitas sehari-hari. Osteoblas dan osteoklas berperan dalam proses pembentukan tulang, dimana keduanya bekerja secara bertolak belakang (osteoblas memicu pertumbuhan tulang, sedangkan osteoklas menghambat pertumbuhan tulang) agar tercapai proses pembentukan tulang yang seimbang. 

Osifikasi dimulai dari sel-sel mesenkim memasuki daerah osifikasi, bila daerah tersebut banyak mengandung pembuluh darah akan membentuk osteoblas, bila tidak mengandung pembuluh darah akan membentuk kondroblas.

Pada awalnya pembuluh darah menembus perichondrium di bagian tengah batang tulang rawan, merangsang sel-sel perichondrium berubah menjadi osteoblas. Osteoblas ini akan membentuk suatu lapisan tulang kompakta, perichondrium berubah menjadi periosteum. Bersamaan dengan proses ini pada bagian dalam tulang rawan di daerah diafisis yang disebut juga pusat osifikasi primer, sel-sel tulang rawan membesar kemudian pecah sehingga terjadi kenaikan pH (menjadi basa) akibatnya zat kapur didepositkan, dengan demikian terganggulah nutrisi semua sel-sel tulang rawan dan menyebabkan kematian pada sel-sel tulang rawan ini. Kemudian akan terjadi degenerasi (kemunduran bentuk dan fungsi) dan pelarutan dari zat-zat interseluler (termasuk zat kapur) bersamaan dengan masuknya pembuluh darah ke daerah ini, sehingga terbentuklah rongga untuk sumsum tulang.

Pada tahap selanjutnya pembuluh darah akan memasuki daerah epifise sehingga terjadi pusat osifikasi sekunder, terbentuklah tulang spongiosa. Dengan demikian masih tersisa tulang rawan dikedua ujung epifise yang berperan penting dalam pergerakan sendi dan satu tulang rawan di antara epifise dan diafise yang disebut dengan cakram epifise.

Selama pertumbuhan, sel-sel tulang rawan pada cakram epifise terus-menerus membelah kemudian hancur dan tulang rawan diganti dengan tulang di daerah diafise, dengan demikian tebal cakram epifise tetap sedangkan tulang akan tumbuh memanjang. Pada pertumbuhan diameter (lebar) tulang, tulang didaerah rongga sumsum dihancurkan oleh osteoklas sehingga rongga sumsum membesar, dan pada saat yang bersamaan osteoblas di periosteum membentuk lapisan-lapisan tulang baru di daerah permukaan. 



Jadi pembentukan tulang keras berasal dari tulang rawan (kartilago yang berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga yang akan terisi oleh osteoblas (sel-sel pembentuk tulang). Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang). Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf membentuk sistem havers. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang menyebabkan tulang menjadi keras. 


Watampone, 14 April 2015
Penulis



Andi Muh. Darul Ramadhany                           Muh. Farid Imran

Nama - Nama Rangka Manusia Beserta Nama Latinnya


RANGKA AKSAL
1. KRANIAL (Tengkorak)


  • 1 tulang dahi (frontal)
  • 2 tulang ubun-ubun (parietal)
  • 1 tulang kepala belakang (osipital)
  • 2 tulang baji (sphenoid)
  • 2 tulang pelipis (temporal)
  • 2 tulang hidung(nasal)
  • 2 tulang pipi (zigomatik)
  • 1 tulang rahang atas (maksila)
  • 2 tulang rahang bawah (mandibula)
  • 1 tulang lidah (vomel)
  • 2 tulang langit-langit di dalam mulut (platinum)
  • 2 tulang tapis (ethmoid)
  • 2 tulang air mata (lakrimal)

2. TULANG TELINGA

  • 2 tulang martil (Malleus)
  • 2 tulang landasan (Incus)
  • 2 tulang sanggurdi (Stapes)

3. VERTEBRA COLUMNIS (Ruas Tulang Belakang)

  • 7 ruas tulang leher(Cervical)
  • 12 ruas tulang punggung(Dorsal/Thorax)
  • 5 ruas tulang pinggang (Lumbalis)
  • 5 ruas tulang kelangkang (Sacrum)
  • 4 ruas tulang ekor (Cogcig)

4. STERNUM (Tulang Dada)
tiga kesatuan yang hanya dihitung satu tulang.

  • Tulang hulu (Manubrium)
  • Tulang badan (Sterni)
  • Taju pedang (Xyphoid Proccesus)

5. COSTAE (Tulang Rusuk)

  • 7 pasang tulang rusuk sejati (Costa Vera)
  • 3 pasang tulang rusuk palsu (Costa Spuria)
  • 2 pasang tulang rusuk melayang (Costa Fluctuantes)



RANGKA APENDIKULER
1. Bahu
  • 2 tulang belikat (Scapula)
  • 2 tulang selangka (Clavicula)
2. Panggul
  • 2 tulang pinggul (Illium)
  • 2 tulang duduk (Ischium)
  • 2 tulang kemaluan (Pubis)
3. Lengan
  • 2 tulang lengan atas (Humerus)
  • 2 tulang pengumpil (Radius)
  • 2 tulang hasta (Ulna)
  • 2x8 tulang pergelangan tangan (Carpal)
  • 2x5 tulang telapak tangan (Metacarpal)
  • 2x14 ruas tulang jari tangan (Falanges)
4. Tungkai
  • 2 tulang paha (Femur)
  • 2 tulang tempurung lutut (Patella)
  • 2 tulang kering (Tibia)
  • 2 tulang betis (Fibula)
  • 2 tulang tumit (Kalkaneum)
  • 2x7 tulang pergelangan kaki (Tarsal)
  • 2x5 tulang telapak kaki (Metatarsal)
  • 2x14 ruas tulang jari kaki (Falanges)
 
Watampone, 14 April 2015
Penulis
 
 
 
 
Andi Muh. Darul Ramadhany                                 Muh. Farid Imran                    Fail Basma
 
 
Ahmad Farhan Isnan
 

Sabtu, 04 April 2015

Niat Puasa,Doa Berbuka Puasa,Dan Faedah Dari Setiap Puasa Sunnah

Tugas Fiqih

Lafadz Niat Puasa :

Doa Niat Puasa


Nawaitu shauma ghodin 'an adaai fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta'ala


Artinya 

"Aku niat berpuasa esok hari dari kewajiban fardhu ramadhan tahun ini
karena Allah Ta'ala
"


2. Doa Berbuka Puasa


3. Faedah dari setiap puasa Sunnah

A. Puasa Senin Kamis
1. Surga Balasannya Di Akhirat.2. Terhindar dari Siksa Api Neraka.3. Menjadi Penolong pada Hari Kiamat.4. Menanamkan Kedekatan Diri pada Allah SWT.


B. Puasa Syawal
1. Puasa syawal akan menggenapkan ganjaran berpuasa setahun penuh
2. Puasa syawal seperti halnya shalat sunnah rawatib yang dapat menutup kekurangan dan menyempurnakan ibadah wajib
3. Melakukan puasa syawal merupakan tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan
4. Melaksanakan puasa syawal adalah sebagai bentuk syukur pada Allah
5. Melaksanakan puasa syawal menandakan bahwa ibadahnya
kontinu dan bukan musiman saja



C. Puasa Asyura
Menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya,
selama kesyirikan dan dosa-dosa besar dijauhi.


D. Puasa Arafah
Berpuasa di hari arofah akan dihapus dosa dua tahun
(1 tahun lalu dan 1 tahun yang akan datang)


E. Puasa Ayyamul Bidh
  1. Menghidupkan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  2. Memberi istirahat pada anggota badan setiap bulannya.
F. Puasa Daud
1. Setiap amal anak Adam selama Ramadhan dilipatgandakan menjadi
sepuluh kali lipat, bahkan sampai tujuh ratus kali lipat.
2. Dan juga akan diampuni semua dosa-dosa yang lalu




Watampone, 5 April 2015
Penulis




Andi Muh. Darul Ramadhany                                         Muh. Farid Imran

Selasa, 31 Maret 2015

Pelajaran Fiqih

Pelajaran Fiqih mengenai Penjelasan dan tatacara pelaksanaan sujud syukur,tilawah,dan sahwi



A. Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan seseoranga karena ia mendapat kenikmatan atau terbebas dari bencana dan malapetaka. Sujud ini disyariatkan sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Bakrah 
radhiallahu ‘anhu “

أَنَّ النَّبِيَّ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ بُشِّرَ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
“Bahwasanya Nabi shalalahu a’alihi wasallam apabila mendapatkan hal yang menyenangkan atau diberitakan kabar gembira kepadanya, beliau melakukan sujud syukur kepada Allah ta’ala” (HR. Ibnu Majah No 1384)
Adapun caranya, Syeikh Utsaimin mengatakan: Cara sujud syukur adalah seperti melakukan sujud tilawah diluar sholat. Sebagian ulama memandang harus dilakukan dalam keadaan wudhu dan dengan bertakbir sekali lalu sujud dengan menghadap qiblat kemudian berdoa seperti doa sujud biasa.
Bacaan Sujud, Tilawah, Syukur dan Sahwi

SUJUD TILAWAH
Sujud tilawah yaitu sujud karena membaca atau mendengar ayat-ayat Al-Qur'an tertentu, yakni yang dinamakan ayat-ayat sajadah. Bacaan sujud tilawah:

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

“Sajada wajhi lilladzi kholaqohu, wa showwarohu, wa syaqqo sam’ahu, wa bashorohu. Tabarakallahu ahsanul kholiqiin.”

Artinya:
"Wajahku bersujud kepada Penciptanya, yang Membentuknya, yang Membentuk pendengaran dan penglihatannya. Maha Suci Allah Sebaik-baik Pencipta."


SUJUD SAHWI
Sujud sahwi yaitu sujud yang dilakukan orang yang shalat, sebanyak dua kali untuk menutup kekurangan yang terjadi dalam pelaksanaan shalat, baik kekurangan raka'at, kelebihan raka'at, atau karena ragu-ragu yang disebabkan karena lupa. Bacaan sujud sahwi:
سبحان الذي لا ينام ولا يسهو

"Subhaa nalladzi laa yanaa mu wa laa yas hu"

Artinya:
“Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa.”

SUJUD SYUKUR
Sujud syukur yaitu sujud yang dilakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan. Bacaan sujud syukur:

سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبِّي حَقَّا حَقَّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًّا. اَللَّهُمَّ اِنَّ عَمَلِي ضَعِيْفٌ فَضَاعِفْ لِي.
اَللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.

"Subhânakallâhumma Anta Rabbî haq-qan haqqâ, sajadtu laka yâ Rabbî ta-’abbudan wa riqqâ. Allâhumma inna ‘amalî dha’îfun fadha’i lî. Allâhumma qinî ‘adzâbaka yawma tub’atsu ‘ibâduka wa tub ‘alayya innaka Antat tawwâbur Rahîm."

Artinya:
"Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhaku yang sebenarnya, aku sujud kepada-Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa-Mu pada hari hamba-hamba-Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesunguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang."



Watampone, 31 Maret 2015
Penulis



Andi. Muh. Darul Ramadhany                                      Muh. Farid Imran

Rabu, 18 Maret 2015

Kata Kata Mutiara Perpisahan

 Kata Kata Mutiara

"Senandung hati ku tak pernah mengatakan ‘sayang’ untukmu. Itu karena aku begitu sulit untuk memahami dirimu. Bila kau tau disini aku selalu mengharap kau mengerti aku"



"Ketika tiba saat perpisahan janganlah kalian berduka, sebab apa yang paling kalian kasihi darinya mungkin akan nampak lebih nyata dari kejauhan – seperti gunung yang nampak lebih agung terlihat dari padang dan dataran "*Kahlil Gibran*



"Seseorang tidak melakukan hal yang benar di satu bagian kehidupannya sementara dia sibuk melakukan hal yang salah di bagian lain mana pun dari kehidupannya. Hidup adalah sebuah kesatuan yang tak terbagi-bagi" *Mahatma Gandhi*



"Bukannya hati ini tak sakit dan bukannya hati ini tak hancur, bukan pula hati ini tak perih, namun hanya kepasrahan yang mengiringi"



"Cinta itu seperti crayon, warnailah hidup mu dengan sesukamu dengan cinta, hitam putih pun adalah warna cinta yang indah yang klasik namun abadi"



"Sejuta harapan akan terucap saat malam gelap bertabur bintang. Sejuta cinta akan tercurah saat hati gelap bertabur sayang"



"Perasaan memang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, perasaan hanya bisa diungkapkan dari hati ke hati"



"Air mata membersihkan hati dari penyakit untuk membenci dan mengajari manusia untuk berbagi penderitaan dengan mereka yang patah hati"  *Odith*



"Mereka yang tidak dapat mengingat masa lampau ditakdirkan untuk mengulanginya"  *George Santayana*



"Manusia tidak dapat menuai cinta sampai dia merasakan perpisahan yang menyedihkan dan yang mampu membuka pikirannya, merasakan kesabaran yang pahit dan kesulitan yang menyedihkan"






Watampone, 18 Maret 2015
Penulis











Andi Muh. Darul Ramadhany                                                         Anisa Riadhul Jannah

Senin, 16 Maret 2015

Sifat Sifat Seorang Pemimpin

Sifat-sifat seorang pemimpin sangat mempengaruhi efektivitas sebuah organisasi. Menurut Gorda (2006) terdapat empat implikasi penting yang harus dipahami dan dimengerti oleh seorang pimpinan yaitu:
  1. Kepemimpinan menyangkut orang lain dalam hal  ini pegawai  yang menjadi  bawahannya 
  2. Kepemimpinan menyangkut kemampuan dan kecerdasan seseorang untuk menumbuhkan kerjasama, komitmen, dan kesetiaan pegawai sehingga  mereka bekerja dengan penuh semangat untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan terlebih dahulu 
  3. Kepemimpinan menyangkut kemampuan dan kecerdasan untuk mengadakan pembagian tugas dan tanggung jawab serta keberanian melimpahkan wewenang kepada orang lain 
  4. Kepemimpinan menyangkut masalah pencapaian tujuan (tujuan individual, kelompok, organisasional, dan tujuan kemasyarakatan).
Miljus (Martoyo, 2007) mengatakan bahwa tanggung jawab para pemimpin adalah sebagai berikut:
  1. Menentukan tujuan pelaksanaan kerja realistis (dalam arti kuantitas, kualitas, keamanan). 
  2. Melengkapi para pegawai dengan sumber dana yang diperlukan untuk menjalankan tugasnya. 
  3. Mengkomunikasikan pada para pegawai tentang apa yang diharapkan dari mereka. 
  4. Memberikan susunan hadiah yang sepadan untuk mendorong prestasi. 
  5. Mendelegasikan wewenang apabila diperlukan dan mengundang partisipasi apabila memungkinkan. 
  6. Menghilangkan hambatan untuk pelaksanaan pekerjaan yang efektif. 
  7. Menilai pelaksanaan pekerjaan dan mengkomunikasikan hasilnya. 
  8. Menunjukkan perhatian kepada pegawai.
Seirama dengan perlu dan sangat pentingnya human relation dalam kepemimpinan suatu organisasi, menurut Terry (Martoyo, 2007) seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat di bawah ini yaitu:
  1. Penuh energi (energic), untuk tercapainya kepemimpinan yang baik diperlukan energi yang baik pula, jasmani maupun rohani. Seorang pemimpin harus sanggup bekerja dalam jangka panjang dan dalam waktu yang tidak tentu, sewaktu-waktu dibutuhkan tenaganya, ia harus sanggup melaksanakannya, mengingat kedudukan dan fungsinya. 
  2. Memiliki stabilitas emosi, seorang pemimpin yang efektif harus melepaskan diri dari kecurigaan atau apriori terhadap bawahannya dan tidak boleh cepat naik pitam, ia harus tegas, konsekuen dan konsisten dalam tindakan-tindakannya, percaya diri dan memiliki jiwa sosial terhadap bawahannya. 
  3. Memiliki kemampuan tentang hubungan antar manusia, mengingat tugas yang penting dari seorang pemimpin adalah memimpin dan memajukan bawahannya, maka seorang pemimpin harus mengetahui benar tentang sifat-sifat orang, bagaimana mereka mengadakan reaksi terhadap sesuatu tindakan atau situasi yang bermacam-macam. 
  4. Motivasi pribadi, keinginan untuk dapat memimpin harus datang dari dorongan batinnya sendiri, bukan dari luar dirinya. Kekuatan dari luar hanya menstimulir saja terhadap keinginan-keinginan untuk menjadi pemimpin. Hal ini tercermin dalam keteguhan pendiriannya, kemauan yang keras dalam bekerja, kegembiraan (antusiasme) dalam bekerja, tidak ada sesuatu yang besar dapat dicapai tanpa adanya kegembiraan dalam bekerja. 
  5. Kemahiran mengadakan komunikasi, seorang pemimpin harus cakap dalam mengutarakan gagasan baik secara lisan maupun tulisan. Hal ini sangat penting bagi pemimpin untuk dapat mendorong maju bawahan, memberikan atau menerima informasi bagi kemajuan organisasi dan kepentingan bersama. 
  6. Kecakapan mengajar, mengajar adalah jalan yang terbaik untuk memajukan orang-orang ataupun menyadarkan orang-orang atas pentingnya tugas-tugas yang dibebankan. Pemimpin harus mampu memberikan petunjuk-petunjuk mengoreksi kesalahan-kesalahan yang terjadi, mengajukan saran-saran maupun menerima saran-saran. 
  7. Kecakapan sosial, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan bekerja sama dengan orang lain dengan berbagai ragam sifatnya, harus pandai mengadakan pendekatan terhadap orang-orang dan menghargai pendapat orang lain. 
  8. Kemampuan teknis, meskipun dikatakan bahwa makin tinggi tingkat kepemimpinan seseorang, makin kurang diperlukan kemampuan teknis, namun masih diperlukan karena akan lebih mudah mengadakan koreksi bila terjadi suatu kesalahan pelaksanaan tugas dari bawahannya.
Menurut Sri Budi (2005) seorang pemimpin harus mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:
  1. Watak dan kepribadian terpuji. Agar para bawahan maupun orang yang  berada di luar organisasi mempercayainya, seorang pemimpin harus mempunyai watak dan kepribadian yang tinggi. 
  2. Keinginan melayani bawahan. Seseorang pemimpin harus percaya pada bawahan. Ia mendengarkan pendapat mereka dan berkeinginan membantu mereka. 
  3. Memahami kondisi lingkungan. Seorang pemimpin tidak hanya menyadari tentang apa yang terjadi disekitarnya, tetapi juga harus memiliki pengertian yang memadai, sehingga dapat mengevaluasi perbedaan kondisi organisasi dan para bawahannya. 
  4. Integrasi yang tinggi. Seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan berfikir pada taraf yang tinggi. Ia harus dituntut untuk mampu menganalisa masalah dengan efektif, belajar dengan cepat, dan memiliki minat yang tinggi untuk mendalami dan menggali ilmu. 
  5. Berorientasi ke depan. Seorang pemimpin harus memiliki intuisi, kemampuan memprediksi, dan visi sehingga mengetahui organisasi yang dikelolanya. 
  6. Sikap  terbuka  dan  tegas.  Pemimpin  harus  sanggup mempertimbangkan fakta-fakta dan inovasi baru. Luas namun konsisten pendiriannya.
Menurut Gorda (2006) fungsi utama kepemimpinan dalam hubungannya dengan peningkatan aktivitas dan efisiensi perusahaan sebagai pembaharu (inovator), mensosialisasikan berbagai ide, gagasan, rencana dan program kerja perusahaan (comunicator), mendorong pegawai untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara ikhlas untuk mencapai tujuan perusahaan, membina, mendorong pegawai agar tetap memberikan sumbangan optimal kepada pencapaian tujuan organisasi (motivator) dan mengawasi atau mengendalikan berbagai aktivitas perusahaan ke arah efisiensi dan efektivitas (controller).  Setiap organisasi membutuhkan seorang pimpinan yang mampu memberi teladan yang baik, dimana pada dirinya terpendam sifat pandai menjunjung martabat diri dan harga diri, namun tidak angkuh, sombong dan menganggap diri paling super dalam segala hal. Dia dihormati oleh lingkungannya, namun dia juga menghormati sesama dan para pengikutnya, karena dia selalu pandai dalam bertimbang rasa, bersikap rendah hati, selalu terbuka (Martoyo, 2007).   
Watampone,16 Maret 2015
Penulis
 
 
Andi Muh. Darul Ramadhany                                         Anisa Riadhul Jannah

Kisah Kisah Islami

Sosok dan Perubahan

“Dan aku adalah kesempurnaan nikmat Allah, atas orang-orang beriman!” Ungkapan Nabi ShallaLlahu ‘Alaihi wa Sallam ini adalah akhir rangkaian sabda dalam menjawab tanya para sahabat tentang diri beliau yang direkam Ibn Ishaq di dalam Sirah-nya. Ialah penegas bagi kita; betapa kehadiran sang pembawa kabar gembira, pemberi peringatan, penyeru ke jalan Allah dengan izinNya, dan pelita yang mencahayai ini; sungguh adalah karunia teragung bagi insan yang di dalam dadanya ada kerlip iman yang nyata. 
“Dan agar Aku sempurnakan nikmatKu atas kalian, dan supaya kalian bersyukur. Sebagaimana telah Kami bangkitkan di dalam kalian seorang Rasul dari diri-diri kalian; dia membacakan ayat-ayat Kami atas kalian, mensucikan kalian, mengajarkan Al Kitab dan Al Hikmah pada kalian, dan mengajari kalian apa-apa yang belum kalian ketahui.” (QS Al Baqarah [2]: 150-151)
Dialah kesempurnaan nikmat; sebab dengan kehadirannya ‘amal shalih tersyukuri, khilaf salah terperingatkan, kebajikan menderu-deru, dan gulita tersinari. Dengan terutusnya; yang berbuat baik tersenyum yakin, yang berbuat jahat tercekam insyaf, yang menuju Allah tertunjuki jalan, dan yang terjebak kelam terfajarkan. “Dan hubungan kita dengan RasuliLlah”, tulis Imam Ibn Katsir dalam Tafsir-nya, “Adalah hubungan jiwa. Sebagaimana firman Allah ini; min anfusikum.”
Lalu dalam kemesraan ruhani itu, dia sambungkan langit dan bumi; dia bacakan Kalam Ilahi, dia sucikan para hati, dan dia ajarkan segala makna serta manfaat nyata. Dari senyumnya, ucapannya, lakunya, dan persetujuannya; dibangun sebuah masyarakat cinta. Maka sejak “Iqra’” digemakan di bukit cahaya; bangsa penggembala kambing bertelanjang kaki yang tak pernah dilirik peradaban itu bangkit menjadi guru semesta; mengajarkan kesucian, keadilan, kebajikan, dan keluhuran sejati.
Sesungguhnya Allah tidak mengubah suatu kaum dengan tiba-tiba. Tetapi Dia melakukannya dengan mengutus orang-orang terpilih untuk menjadi kecipak awal perubahan yang nantinya memusar dan membadai. Maka sebagaimana kita syukuri kehadiran Sang Nabi, layak pula kita sambut para berilmu, para beramal, dan para berikhlas yang Allah hadirkan di tengah lingkungan kita. Boleh jadi, mereka adalah hadiah Allah untuk mengentas kita dari remang menuju gemilang.
Lalu pada sosok-sosok perubahan itu; beri mereka peran meski masih malu-malu, ta’zhimi ilmunya selama masih merasa bodoh, dan jaga keikhlasannya dengan cara yang dituntunkan.
Maka berbahagialah sebuah negeri yang Allah tumbuhkan di dalamnya banyak ‘ulama. Mungkin bukan yang masyhur bertampil-tampil, mungkin bukan yang berceramah di sana-sini. Mungkin mereka justru yang takut terkenal, bersahaja lagi tekun mendidik ummat di pelosok dengan ilmu yang amaliah dan doa-doa berderai air mata. Mereka adalah tanda cinta dan kasih Allah bagi sebuah bangsa.
Mari kita berlindung pada Allah dari keadaan sebaliknya; ketika ilmu dicabut, cahaya dihapus, dan kebaikan berangsur pergi. Telah dimufakati keshahihan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim, bahwa RasuluLlah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu ini dengan sekonyong-konyong dari para hambaNya. Tetapi hanyasanya Allah mencabut ilmu ini dengan mematikan para ‘ulama.”
Ya Rabbi; sampaikan shalawat pada Muhammad; dan limpahkan bagi kami para pewarisnya; ‘ulama yang membimbing ummat.

Watampone, 16 Maret 2015
Penulis




Andi Muh. Darul Ramadhany                                     Anisa Riadhul Jannah